
Cara Membersihkan Mesin Cuci Depan (Front Loading) agar Tidak Bau Apek

opowae.com | Mesin cuci front loading dikenal lebih hemat air dan lebih lembut terhadap kain dibanding tipe bukaan atas. Tapi ada satu masalah klasik yang sering dikeluhkan pengguna, bau apek yang muncul dari dalam mesin, terutama di area karet pintu. Bau ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menempel ke pakaian yang baru saja dicuci bersih.
Pembahasan kali ini membahas tutorial lengkap membersihkan mesin cuci front loading langkah demi langkah, termasuk penyebab bau apek dan cara mencegahnya kembali muncul.
Kenapa Mesin Cuci Front Loading Mudah Bau Apek?
Desain pintu tertutup rapat pada mesin cuci front loading membuat sirkulasi udara di dalam drum lebih terbatas dibanding tipe bukaan atas. Sisa air, deterjen, dan kotoran yang menumpuk di karet pintu serta laci deterjen menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang, yang akhirnya menimbulkan bau apek khas.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
- Cuka putih atau pembersih khusus mesin cuci
- Baking soda
- Kain microfiber atau lap bersih
- Sikat gigi bekas atau sikat kecil
- Sarung tangan karet (opsional)
Langkah-Langkah Membersihkan Mesin Cuci Front Loading
Langkah 1: Bersihkan Karet Pintu (Door Seal)
Tarik lipatan karet pintu secara perlahan, lalu lap bagian dalamnya menggunakan kain yang sudah dibasahi campuran air dan cuka. Area ini paling sering jadi sumber bau karena sisa air dan kotoran mudah terjebak di lipatannya. Gunakan sikat kecil untuk menjangkau celah yang sulit dijangkau kain.
Langkah 2: Bersihkan Laci Deterjen dan Pelembut
Lepas laci deterjen sesuai petunjuk mesin (biasanya cukup ditarik keluar), lalu rendam dalam air hangat yang dicampur sedikit cuka selama 10-15 menit. Sikat sisa deterjen yang mengeras menggunakan sikat gigi bekas, lalu bilas dan keringkan sebelum dipasang kembali.
Langkah 3: Jalankan Siklus Pembersihan Kosong
Isi laci deterjen dengan cuka putih atau pembersih khusus mesin cuci, lalu jalankan mesin dengan siklus suhu tinggi tanpa pakaian di dalamnya. Langkah ini membersihkan bagian dalam drum dan pipa yang tidak terjangkau secara manual.
Langkah 4: Taburkan Baking Soda untuk Siklus Tambahan
Setelah siklus cuka selesai, jalankan satu siklus tambahan dengan menaburkan baking soda langsung ke dalam drum. Baking soda membantu menetralkan bau yang masih tersisa sekaligus mengangkat kerak sabun yang menempel di dinding drum.
Langkah 5: Bersihkan Filter Pembuangan
Cari lokasi filter pembuangan (biasanya di bagian bawah depan mesin), buka penutupnya dengan hati-hati karena biasanya masih ada sisa air. Bersihkan kotoran, serat kain, atau benda kecil yang tersangkut di filter, lalu pasang kembali dengan rapat.
Langkah 6: Keringkan dan Biarkan Pintu Terbuka
Setelah proses pembersihan selesai, lap bagian dalam drum dan karet pintu hingga kering, lalu biarkan pintu mesin cuci terbuka selama beberapa jam agar sirkulasi udara membantu mengeringkan sisa kelembapan sepenuhnya.
Seberapa Sering Mesin Cuci Perlu Dibersihkan?
- Karet pintu dan laci deterjen – idealnya dilap setiap selesai mencuci untuk mencegah penumpukan sisa air.
- Siklus pembersihan dengan cuka/baking soda – cukup dilakukan sebulan sekali, atau lebih sering jika mesin cuci sering digunakan dalam volume besar.
- Filter pembuangan – dicek dan dibersihkan setiap 1-2 bulan sekali.
Tips Mencegah Bau Apek Muncul Kembali
- Selalu biarkan pintu mesin cuci sedikit terbuka setelah selesai digunakan, jangan langsung ditutup rapat.
- Jangan biarkan pakaian basah tertinggal di dalam drum terlalu lama setelah siklus cuci selesai.
- Gunakan takaran deterjen sesuai anjuran, karena deterjen berlebih justru meninggalkan residu yang memicu bau.
- Lap karet pintu secara rutin, jangan menunggu sampai bau benar-benar muncul.
Rekomendasi Produk
- Pembersih khusus mesin cuci – Cek Produknya Disini
- Sikat pembersih celah mesin cuci – Cek Produknya Disini
- Baking soda serbaguna – Cek Produknya Disini
- Cuka putih pembersih rumah tangga – Cek Produknya Disini
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan mesin cuci? Aman selama digunakan dalam takaran wajar dan tidak dicampur dengan pemutih, karena kombinasi keduanya bisa menghasilkan gas berbahaya.
Kenapa bau apek muncul lagi meski sudah dibersihkan? Biasanya karena kebiasaan menutup pintu mesin cuci rapat-rapat setelah dipakai, sehingga kelembapan di dalam drum tidak punya jalan keluar dan memicu jamur kembali tumbuh.
Apakah semua merek mesin cuci punya fitur siklus pembersihan otomatis? Sebagian besar mesin cuci front loading modern sudah punya fitur ini (biasanya disebut “tub clean” atau “self clean”), tapi jika tidak ada, siklus manual dengan suhu tinggi tanpa pakaian bisa jadi alternatif.
Kesimpulan
Bau apek pada mesin cuci front loading sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan perawatan sederhana: membersihkan karet pintu secara rutin, menjalankan siklus pembersihan bulanan, dan membiarkan pintu terbuka setelah pemakaian. Dengan perawatan konsisten, mesin cuci akan lebih awet dan pakaian yang dicuci pun tetap segar tanpa bau tidak sedap.



